Emil Dardak Tutup Event Kampung Berseri Desa Wonocoyo

 

 

 

KEC.PANGGUL – Selasa malam (2/3) Bupati Trenggalek Dr Emil Elestianto Dardak, M.Sc, harus melakoni serangkaian acara di Kecamatan Panggul Trenggalek. Di kecamatan paling terluar yang berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga Pacitan, bupati muda ini berkesempatan menyapa warga Panggul yang memang mengharap kedatangannya kala itu.

 

Salah satunya adalah warga Desa Wonocoyo Panggul  yang sejak sore memang menanti kedatangan Bupati tampan suami artis sinetron Arumi Bachcin tersebut. Terjadwal bupati Emil saat itu menjadi tamu kehormatan untuk menutup dan menyerahkan hadiah pemenang Kampung Berseri Desa Wonocoyo.

Sebelum menutup dan menyerahkan hadiah Kampung berseri Emil Dardak yang didampingi beberapa kepala SKPD Trenggalek terlebih dahulu menghadiri penyerahan bangunan Aula UDP yang dibangun secara swadaya guru untuk diserahkan kepada Pemkab Trenggalek. Usai penyerahan gedung tersebut rombongan melanjutkan kelokasi penutupan kampung berseri di balai Desa Wonocoyo.

Kedatangan Emil disambut meriah, dengan pengalungan karangan bunga dan tari cucuk lampah dari salah satu pelajar di desa tersebut. Bupati muda tersebut sempat terkesima dengan penampilan tari remong yang menarikan tari cucuk lampah tadi. Kekaguman bupati tersebut selain dilakonkan dengan lemah gemulai usia penari masih cukup muda.

Emil sangat apresiasif dengan kegiatan kepedulian kebersihan lingkungan in.  Selain kegiatan ini menunjang keberadaan desa wisata, sampah merupakan momok dan masalah klasik setiap kota. Apalagi Kampung pemenang utama even ini, adalah kampung  yang mengarah ke Pantai Pelang sehingga dapat menunjang tempat wisata tersbut. Dikarenakan pemerintahan Emil dan Arifin nantinya akan menguatkan sektor ekonomi dibidang kepariwisataan. Sedangkan Panggul sendiri merupakan pintu gerbang masuk darah wisata di Trenggalek selain Kecamatan Watulimo.

 

Kekaguman Emil bertambah saat yang menjadi juara tiga adalah kampung yang berada di lingkungan pasar.  Ini wujud kepedulian lingkungan yang luar biasa ungkap Emil. Biasanya lingkungan pasar terkenal akan kekumuhannya  akan sampah yang dihasilkan. Ternyata di desa ini malah sebaliknya, mereka malah mendapatkan prestasi dengan mengolah dengan baik. Pernyataan bupati ini tak bermaksud mengecilkan kampung  lainnya “pastinya yang lain  nilainya juga baik, cuma memang belum  beruntung saja”, ujarnya.

 

Selain itu bupati juga senang dengan berkumpulnya seluruh kepala desa yang ada di Panggul padahal even ini miliknya Desa Wonocoyo.  “Hal ini menunjukkan setiap even mendapatkan dukungan dari desa lain, sehingga nantinya dapat semakin kuat”.

 

Sehingga bupati optimis dengan sikap saling mendukung ini nantinya  program desa membangun menjadi kesatuan yang kuat di pemerintahannya nanti dalam membangun Trenggalek ini menuju arah kemakmuran, jelasnya. (Kenthunk)

(sumber:www.menaksopaldiscovery.com)

 

 

 

TOP