Forkopimda Lakukan Panen Raya Padi di Ngrambingan - Panggul

 

 

 

KEC.PANGGUL – Forum Komunikasi Pemimpin Daerah (FORKOPIMDA) Trenggalek, Senin (21/3) kemarin melakukan panen raya Padi di Desa Ngrambingan Kecamatan panggul, Forkopimda yang terdiri dari Bupati dan Wakilnya, Kapolres, Dandim dan ketua DPRD Trenggalek secara simbolis melakukan panen di Dusun Krajan Ngrambingan.

 

Pada Musim Tanam satu ini petani di Desa ini patut bersyukur dikarenakan mereka dapat merasakan panen raya, pasalnya tanamannya tidak terganggu hama sama sekali. Bahkan di desa ini padi petani dapat  mencapai hasil Sembilan ton per Ha area lahan sawahnya. Ini merupakan capaian yang sangat luar biasa.

 

Saat dikonfirmasi Bupati Trenggalek Dr Emil Elestianto Dardak, M.Sc, menyampaikan kepada menaksopaldiscovery.com bawasannya ini merupakan salah satu potret pertanian Trenggalek yang relativ baik. Akan tetapi banyak juga pertanian kita yang mengalami tantangan, baik itu kekeringan maupun kendala lainnya.

 

Dingrambingan ini menggunakan irigasi teknis, sedangkan pertanian di Trenggalek ada juga yang menggunakan sistim tadah hujan. Bupati bersyukur dengan struktur yang sudah ada seperti di Ngrambingan ini dapat menghasilkan hasil panen yang maksimal.

 

Seperti halnya yang telah dilaporkan oleh kelompok tani sumber rejeki tadi dengan menerapkan system tanam jajar legowo dan beberapa sistim lainnya dapat mencapai produksi 9 ton per hektarnya. Selain itu mereka tidak susah melepas hasil gabahnya karena bisa menyimpan dirumah dan tidak melepasnya dengan sistim ijon, ini yang patut disukuri.  Karena inilah perekonomian mereka tidak terlalu sulit. Diharapkan banyak masyarakat petani yang juga ikut sistem seperti ini, tegas bupati.

 

Untuk meningkatkan hasil produsi petani dalam kesempatan panen raya tersebut secara simbolis bupati menyerahkan bantuan berupa Hand Tracktor kepada kelompok tani Sumber Rejeki. (Kenthunk)

(sumber ; www.menaksopaldiscovery.com)

 

 

 

Galakkan Penghijauan, Kapolda Jatim Dapatkan Penghargaan Leprid

 

 

 

KEC.PANGGUL – Orang nomor satu jajaran Kepolisian Provinsi Jawa Timur, Irjend Pol  Drs Anton Setiadji, SH, MH, Sabtu (5/3) kemarin berkunjung ke Trenggalek untuk melakukan aksi nyata guna menyukseskan program  “Police Humanity Care”. Aksi nyata yang dilakukan oleh Kapolda Jatim ini dengan mempelopori gerakan penghijauan dan penyelamatan sumber air.

 

Di Trenggalek aksi ini dilakukan di Desa Terbis Kecamatan Panggul, yang pada tahun 2015 kemarin desa ini mengalami bencana kekeringan cukup serius. Polda dengan menggandeng BKPSDA, Pemerintah daerah maupun berpagai pihak lain untuk melakukan penanaman 155.500 bibit pohon di Terbis. Tak hanya melakukan penanaman pohon saja, mereka juga melakukan pembuatan biopori di beberapa titik kantong air.

 

Atas aksi nyata Kapolda ini Leprid (Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia), melalui direkturnya Paulus Pangka, SH, memberikan penghargaan Leprid kepadanya. Leprid memberikan penghargaan setelah memantau beliau melakukan konservasi budaya dengan mengadakan kegiatan karapan sapi akbar di Jember  beberapa waktu lalu. Tak hanya itu saja termasuk aksi hari ini Leprid memberikan penghargaan atas prestasi “Kapolda sebagai inisiator sekaligus pemrakarsa Polisi peduli sumberdaya air secara serentak di wilayah Jawa Timur”.

 

Leprid menganggap aksi ini merupakan suatu prestasi yang luar biasa, mengingat sebagian besar unsur tubuh manusia terdiri dari air. Sehingga manusia hidup membutuhkan air, pastinya air tersebut haruslah berkualitas untuk hidup sehat, ucapnya. Air yang sehat sendiri hanya didapat pada sumber purba yang terjaga kebersihannya dari pencemaran.

 

Sebagai inisiator Irjend Pol  Drs Anton Setiadji, SH, MH, Kapolda jatim mendapatkan tropi dan piagam penghargaan dari leprid ini. Menanggapi penghargaan ini Kapolda Jatim yang  humoris ini  menyambut dingin penghargaan tersebut.

 

Sambari meminta maaf, Kapolda menyampaikan bukanlah penghargaan yang dirinya cari dari kegiatan ini. Dirinya lebih menekankan edukasi kepada masyarakat bagaimana caranya menjaga kelestarian alam tujuan utamanya. Mengenai penghargaan atas suatu keberhasilan sama sekali tak terbersit olehnya (itu nomor sekianlah, katanya.red).

 

Sehingga setelah ini masyarakat beramai-ramai melakukan penanaman dan pelestarian alam, untuk penyelamatan kelestarian alam dan sumber air. Tinggal kedepannya mengembalikan tiga pilar desa (Babinsa, Babikamtibmas dan pemerintahan desa) untuk menjaga dan sebagai mesin penggerak dilapangan.

 

Usai dari Trenggalek Kapolda Jatim akan melanjutkan aksi nyata kepolisian ini, dijadwalkan olehnya Kabupaten Malang menjadi target kedepannya. Paling tidak bibit yang disediakan tidak kurang dari yang disediakan di Trenggalek ini, jelasnya. (ji)

(sumber : www.menaksopaldiscovery.com)

 

 

 

Emil Dardak Tutup Event Kampung Berseri Desa Wonocoyo

 

 

 

KEC.PANGGUL – Selasa malam (2/3) Bupati Trenggalek Dr Emil Elestianto Dardak, M.Sc, harus melakoni serangkaian acara di Kecamatan Panggul Trenggalek. Di kecamatan paling terluar yang berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga Pacitan, bupati muda ini berkesempatan menyapa warga Panggul yang memang mengharap kedatangannya kala itu.

 

Salah satunya adalah warga Desa Wonocoyo Panggul  yang sejak sore memang menanti kedatangan Bupati tampan suami artis sinetron Arumi Bachcin tersebut. Terjadwal bupati Emil saat itu menjadi tamu kehormatan untuk menutup dan menyerahkan hadiah pemenang Kampung Berseri Desa Wonocoyo.

Sebelum menutup dan menyerahkan hadiah Kampung berseri Emil Dardak yang didampingi beberapa kepala SKPD Trenggalek terlebih dahulu menghadiri penyerahan bangunan Aula UDP yang dibangun secara swadaya guru untuk diserahkan kepada Pemkab Trenggalek. Usai penyerahan gedung tersebut rombongan melanjutkan kelokasi penutupan kampung berseri di balai Desa Wonocoyo.

Kedatangan Emil disambut meriah, dengan pengalungan karangan bunga dan tari cucuk lampah dari salah satu pelajar di desa tersebut. Bupati muda tersebut sempat terkesima dengan penampilan tari remong yang menarikan tari cucuk lampah tadi. Kekaguman bupati tersebut selain dilakonkan dengan lemah gemulai usia penari masih cukup muda.

Emil sangat apresiasif dengan kegiatan kepedulian kebersihan lingkungan in.  Selain kegiatan ini menunjang keberadaan desa wisata, sampah merupakan momok dan masalah klasik setiap kota. Apalagi Kampung pemenang utama even ini, adalah kampung  yang mengarah ke Pantai Pelang sehingga dapat menunjang tempat wisata tersbut. Dikarenakan pemerintahan Emil dan Arifin nantinya akan menguatkan sektor ekonomi dibidang kepariwisataan. Sedangkan Panggul sendiri merupakan pintu gerbang masuk darah wisata di Trenggalek selain Kecamatan Watulimo.

 

Kekaguman Emil bertambah saat yang menjadi juara tiga adalah kampung yang berada di lingkungan pasar.  Ini wujud kepedulian lingkungan yang luar biasa ungkap Emil. Biasanya lingkungan pasar terkenal akan kekumuhannya  akan sampah yang dihasilkan. Ternyata di desa ini malah sebaliknya, mereka malah mendapatkan prestasi dengan mengolah dengan baik. Pernyataan bupati ini tak bermaksud mengecilkan kampung  lainnya “pastinya yang lain  nilainya juga baik, cuma memang belum  beruntung saja”, ujarnya.

 

Selain itu bupati juga senang dengan berkumpulnya seluruh kepala desa yang ada di Panggul padahal even ini miliknya Desa Wonocoyo.  “Hal ini menunjukkan setiap even mendapatkan dukungan dari desa lain, sehingga nantinya dapat semakin kuat”.

 

Sehingga bupati optimis dengan sikap saling mendukung ini nantinya  program desa membangun menjadi kesatuan yang kuat di pemerintahannya nanti dalam membangun Trenggalek ini menuju arah kemakmuran, jelasnya. (Kenthunk)

(sumber:www.menaksopaldiscovery.com)

 

 

 

TOP