Dua Nelayan Panggul Tewas Tersambar Petir di Tengah Laut

 

 

 

KEC.PANGGUL – Musim ikan Layur memakan korban, pasalnya dua nelayan asal Panggul yang sedang memancing ikan ini tewas tersambar petir di tengah laut, Senin (11/4). Kejadian tewasnya nelayan ini terjadi sekitar pukul 20.00 WIB di laut bebas Samudera hindia. Waktu itu kondisi dilautan cuaca gerimis disertai kilat yang menyambar.

 

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh nelayan asal Pacitan yang menghubungi Puryono 51 tahun warga Desa Kertosono Panggul, salah satu PNS Dinas Perikanan dan Kelautan Kecamatan Panggul via telephon. Kepada puryono nelayan Pacitan itu, Selasa (12/4) sekitar pukul 06.30 WIB menyampaikan bawasannya ada dua nelayan Panggul yang telah meninggal diatas perahu di tengah laut.

 

Mendengar informasi ini Puryono mengajak Suparman,45 tahun nelayan Joketro Panggul, Imam Safii 40 tahun nelayan dusun Nglumpang Nglebeng Panggul dan Sunanto 40 tahun yang menjadi saksi kejadian ini, untuk melihat langsung ke lokasi yang diinformasikan.

 

Keempat orang tersebut berhasil menemukan lokasi nelayan yang tewas, posisi perahu nelayan itu tidak berubah karena jangkar telah  diturunkan. Terlihat dua nelayan itu telah meninggal dunia dalam kondisi duduk dan satunya berada di tepi perahu. Kulit mereka berwarna hitam, terlihat seperti luka bakar.

 

Dua nelayan tersebut adalah Budiono 30 tahun warga RT 30 RW 4 Dusun Sambeng Desa Banjar Kecamatan Panggul dan Misni alias Keni 35 tahun warga Dukuh Kuyon Dusun Nlumpang Nglebeng Panggul.  Setelah dipastikan kedua nelayan tersebut benar-benar nelayan Panggul, para saksi ini segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Psnggul.

 

Mendapatkan laporan tersebut, Polsek Panggul segera melakukan evakuasi terhadap mayat korban di tengah laut, untuk dibawa ketepi  Pantai Joketro Nglebeng Panggul. Tim medis puskesmas Panggul menyatakan kematian korban ini murni karena tersambar petir, sehingga dapat langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Menurut penuturan keluarga, Budiono dan Misni berangkat melaut di hari Senin (11/4) sekitar pukul 16.00 WIB. Rencananya kedua nelayan itu pergi melaut untuk memancing ikan layur. Tapi nasib berkata lain, kedua nelayan tersebut malah tewas tersambar petir.

Mendengan berita ini keluarga korban sempat shock, tidak bisa menerima kenyataan. Setelah ditenangkan keluarga akhirnya mereka mau menerima meskipun dengan berat  hati. (Kenthunk)

(copas saking www.menaksopaldiscovery.com)

 

 

 

TOP