Truck Muatan Ikan Layur Terjun Ke Jurang

KEC.PANGGUL – Ganasnya medan Trenggalek-Paggul kembali memakan korban. Kali ini Kamis (17/3) Truk muatan ikan layur yang siap di Eksport menjadi korbannya. Kecelakan tunggal ini terjadi dikarenakan pengemudi truck muatan ini tidak dapat mengendalikan kendaraan yang ditumpanginya.

 

Truck Nopol AE 8966 XM  milik warga pacitan ini mengalami mengalami kecelakaan tunggal setelah remnya blong.   Kecelakaan itu terjadi di kilometer 20 Jalan raya Trenggalek-Panggul, Desa Suruh Kecamatan Suruh Jatim sekitar pukul 04.12 WIB.

 

Imam Toha 48 tahun warga RT 1/ RW 02 Desa Tremas, Kecamatan Arjosari, Pacitan sudah berusaha mengendalikan truck yang dikemudikannya. Naas meskipun sudah berusaha mengendalikan, dilokasi kejadian kendaraan yang dikemudikan harus terjun ke dalam jurang.

 

Truck muatan 6 ton ikan layur segar yang siap kirim ke Surabaya ini akhirnya tumpak ruah di jurang sedalam 5 meter dari tepi jalan. Truck muatan ini sebenarnya sudah terasa tidak beres sejak memasuki Desa Puru Suruh.

 

Terlihat warga, truck muatan ini dari Desa Puru sudah mengalami oleng, bahkan sempat hendak menabarak salah satu warung warga dan tidak terjadi karena pengemudi bisa menghindari.

 

Beruntung dalam kejadian kecelakaan ini tidak terdapat korban jiwa, sopir hanya mengalami luka-luka karena segera diselamatkan oleh warga. Sampai dengan berita ini dilansir petugas sibuk melakukan evakuasi kendaraan dan muatan, serta pengaturan lalu lintas. Sehingga jalur tersebut tidak mengalami kemacetan parah. (Kenthunk)

(sumber : www.menaksopaldiscovery.com)

 

 

 

 

UDP Panggul Sumbangkan Gedung Aula Kepada Pemkab, Bupati Apresiasif

 

 

 

KEC.PANGGUL - Penghargaan besar memang perlu disematkan kepada seluruh insan pendidik di Kecamatan Panggul. Pasalnya atas pengorbanan, sumbangsih pemikiran dan dana mereka dapat memberikan karya nyata yang dapat diberikan untuk pemerintahan daerah.

 

Pada hari Selasa (1/3), suatu karya dalam bentuk bangunan fisik aula kantor UDP yang dibangun secara swadaya disumbangkan kepada pemerintah Daerah Trenggalek. Ini merupakan wujud nyata karya anak bangsa untuk daerahnya.

 

Bangunan aula yang dibangun secara swadaya masyarakat, Selasa (1/3) diresmikan langsung oleh Bupati Trenggalek Dr Emil Elestianto Dardak. Usai diresmikan bangunan gedung ini diserahkan kepala UDP Panggul Wahyuni Aisyah kepada bupati tersebut, untuk dijadikan aset pemerintah daerah.

 

Pembangunan gedung ini diprakarsai oleh seluruh guru mulai tingkat TK, SD keluarga besar UDP yang ada di Kecamatan Panggul. Pada waktu itu mereka ingin memiliki kantor dan aula sendiri karena masih numpang di bangunan milik dinas pariwisata yang tidak dipakai. Dengan hanya mengantongi dana khas sebesar Rp 35 juta saja, mereka nekad mulai membangun. Pada tanggal (22/9) tahun 2012 kala pemerintahan Bupati Dr Ir Mulyadi WR. MMT pembangunan aula ini mulai digelar secara swadaya.

 

Tanggal (22/11) tahun 2014 bangunan ini bisa delesaikan dengan ala kadarnya,  dan mulai untuk difungsikan.

 

Patut bersyukur pada tahun 2016 ini aula ini dapat terselesaikan dengan baik. Dengan memakan dana sebesar Rp 400 juta yang sepenuhnya merupakan swadaya dari seluruh keluarga besar UDP Panggul.

 

Sempat untuk atap aula terebut dalam pembangunannya dilakukan pelelangan kepada beberapa kelompok pendidik

 

Dalam sambutannya Bupati Trenggalek Dr Emil Elestianto Dardak, M.Si. Sangat mengapresiasif apa yang diperbuat insan pendidik Panggul ini.

 

Emil yang juga tercatat di Kopertis sebagai tenaga pendidik (dosen) menyampaikan, karena gurulah dirinyq bisa seperti ini. Dengan menempuh pendidikan negeri sampai SMP dirinya bisa mendapatkan beasiswa di Singapura dan S3 di Negeri Sakura Jepang.

 

Bupati tampan ini menyampaikan apa yang perlu kita perbuat saat ini yaitu “jangan pernah mengharapkan apa sesuatu yang diberikan oleh kotamu, melainkan apakah yang telah kamu perbuat untuk kotamu”, (ucapnya.red).

 

Sehingga apa yang perlu kita sadari dan merenung sudahkah kita berbuat untuk kota kita. Dan Aula inilah wujud nyata apa yang diperbuat insan pendidik Panggul untuk kotanya.

 

Bupati berharap hal ini bisa mengapresiasif daerah dan masyarakat Trenggalek yang Lainnya.

 

Senada dengan bupati Kadisdik Kabupaten Trenggalek Drs Kusprigianto juga mengapresiasif apa yang dilakukan oleh guru Panggul yang dinaungi dinasya. “Memang para guru ini sangat kompakdalam bahu mebahu membangun aula ini”, ucapanya. (Kenthunk)

(copas saking www.menaksopaldiscovery.com)

 

 

 

Emil Dardak, Panggul Sangat Berpotensi Menjadi Sebuah Kota

 

 

 

KEC.PANGGUL - Dalam kunjungannyadi Kecamatan Panggul Bupati Trenggalek Dr Emil Elestianto Dardak, M.Si, menyayangkan, salah satu cagar budaya peninggalan sejarah penjajahan Belanda kondisinya kurang terawat. Bangunan rumah dinas Camat Panggul ini dulunya memang bekas bangunan jaman Belanda yang kala itu merupakan markas mereka. Semenjak kita merdeka bangunan bersejarah ini difungsikan menjadi rumah dinas Kawedanan hingga Camat Panggul.

 

Sayangnya bangunan ini kondisinya sangat kurang terawat, terlihat beberapa sisi atap bangunan ini mulai runtuh. BupatiTrenggalek yang melihat kondisi itu terlihat sangat kecewa. Karena pejabat yang ada dijajarannya kurang peduli terhadap cagar budaya tersebut. Tidak dirawat dan dibiarkan dalam kondisi memprihatinkan.

“Bukannya kita mau mengenang Belandanya, melainkan yang perlu kita jaga itu nilai sejarah yang ada pada bangunan ini”, (ungkapnya.red).  Padahal Panggul ini berpotensi menjadi sebuah kota  seperti Wlingi di Blitar yang pusat kotanya Kanigoro, Pare di Kediri dan Bangil di Pasuruan.  Daerah yang menjadi kota itu sendiri butuh yang namanya identitas. Di Panggul  seharusnya salah satu identitas tersebut adalah bangunan ini, tegasnya.

 

Dari dulu buapati ini terkesan pada dua daerah yang ada di Trenggalek yang bisa menjadi gerbang kemakmuran Kabupaten Trenggalek yaitu Panggul dan Watulimo. Kalau Prigi itu cenderung perkembanganya lebih ke arah modern karena ada pelabuhan perikanannya. Sedangkan Panggul ini merupakan sebuah kota yang sudah lama ada, bahkan sejak jaman penjajahan Belanda, ungkapnya.

 

Panggul ini bisa menjadi kota jasa dan perdagangan, yang diharapkan bisa dinamis untuk kegiatan ekonominya. Melihat bangunan rumah dinas camat yang bernilai sejarah, menjadikan banyak pengharapan dari  bupati muda ini. Kalau bangunan tersebut bisa dibikin royal dengan mengedepankan unsur klasik. Contohnya warna putih pada tembok yang mencerminkan kondisi pada masa itu. Sehingga benar-benar terasa bangunan Belandanya. Pastinya bangunan ini menjadi kebanggaan masyarakat Panggul dan Panggul benar benar menjadi kota, ucapnya.

Tahun 2015 kemarin bangunan ini memang rencananya akan direhabilitasi oleh dinas Pu, Perkimsih, akan tetapi gagal dikarenakan proses pelelangannya di LPSE gagal. Kegagalan lelang ini dikarenakan karena tidak ada penawar dengan alasan waktu yang tidak mencukupi.

 

Kepala, PU Perkimsih Ir Soleh menyampaikan perkimsih telah merencanakan rehabilitasi bangunan ini dengan perkiraan dana sekitar Rp 400 juta ditahun 2015 kemarin. Dikarenakan gagal lelang pada waktu itu, ditahun ini akan kita lelang lagi. Mungkin pelelangan itu dilakukan di bulan Maret ini. Sehingga tahun ini bangunan bersejarah ini dapat kembali pada kondisi fisik yang baik dan dapat difungsikan kembali, tegasnya. (Kenthunk)

(copas saking www.menaksopaldiscovery.com)

 

 

 

TOP