HEADLINES

  • 1
  • 2
Prev Next
Pemerintah Pusat Nobatkan Arumi Sebagai Bunda PAUD Nasional Generasi Cerdas Desa

Pemerintah Pusat Nobatkan Arumi Sebagai …

        KEC.PANGGUL – Misi pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas SDM kita untuk generasi mendatang sangatlah kuat Hal ini terlihat dari seriusnya pemerintah dalam menguatkan pendidikan anak usia dini 0-6 tahun (golden... Read more

Lebih 1400 Siswa SD Tarikan Turonggo Yakso Serempak di Festival Rakyat 2016

Lebih 1400 Siswa SD Tarikan Turonggo Yak…

        KEC.PANGGUL – Lebih dari 1400 pelajar SD dari 11 Kecamatan di Trenggalek tarikan Turonggo Yakso, tari khas asli Trenggalek di Festival Rakyat Trenggalek tahun 2016, Jum’at (20/5) di alon-alon. Emil... Read more

EDUCATION

Error: No articles to display

TEKNOLOGI UNGGULAN BUDIDAYA KENCUR

 

 

 

GOTREX - Kencur (Kaempferia galanga L.) banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional (jamu), fitofarmaka, industri kosmetika, penyedap makanan dan minuman, rempah, serta bahan campuran saus rokok pada industri rokok kretek. Secara empirik kencur digunakan sebagai penambah nafsu makan, infeksi bakteri, obat batuk, disentri, tonikum, ekspektoran, masuk angin, sakit perut. Minyak atsiri didalam rimpang kencur mengandung etil sinnamat dan metil p-metoksi sinamat yang banyak digunakan didalam industri kosmetika dan dimanfaatkan sebagai obat asma dan anti jamur. Banyaknya manfaat kencur memungkinkan pengembangan pembudidayaannya dilakukan secara intensif yang disesuaikan dengan produk akhir yang diinginkan. Produksi, mutu dan kandungan bahan aktif didalam rimpang kencur ditentukan oleh varietas yang digunakan, cara budidaya dan lingkungan tempat tumbuhnya. Selain itu, karena kualitas mutu simplisia bahan baku industri ditentukan oleh proses budidaya dan pascapanennya, maka perlu disosialisasikan GAP (Good Agricultural Practices) dan GMP (Good Manufacture Practices), melalui penerapan standar prosedur operasional (SPO) budidaya tanaman. Manfaat rimpang kencur sebagai bumbu penyedap juga sebagai obat tradisional, oleh karenanya banyak petani yang mengusahakan di pekarangan maupun di tegalan baik secara monolkultur ataupun secara tympang sari, sehingga mampu meningkatkan pendapatanpetani. Pada saat ini kencur banyak dalam industri rokok, jamu dan kosmetika dengan perkiraan kebutuhan dalam negeri untuk ketiga komponen tersebut sebesar 10 ton cip kencur kering atau setara dengan 100 ton rimpang basah.

PERSYARATAN TUMBUH

Untuk pertumbuhan kencur yang optimal diperlukan lahan dengan agroklimat yang sesuai. Agroklimat yang baik untuk budidaya kencur adalah iklim tipe A, B dan C (Schmidt & Ferguson), ketinggian tempat 50 – 600 m dpl., temperatur rata-rata tahunan 25 – 30 oC, jumlah bulan basah 5 – 9 bulan per tahun dan bulan kering 5 – 6 bulan, curah hujan per tahun 2 500 – 4 000 mm, intensitas cahaya matahari penuh (100%) atau ternaungi sampai 25 – 30% hingga tanaman berumur 6 bulan, drainase tanah baik, tekstur tanah lempung sampai lempung liat berpasir, kemiringan lahan < 3%, dengan jenis tanah latosol, regosol, asosiasi antara latosol-andosol, regosol-latosol serta regosol-litosol, dengan kemasaman tanah 4,5 – 5,0 atau bisa ditambahkan kapur pertanian (kaptan/dolomit) untuk meningkatkanpH sampai 5,5 – 6,5. Disamping itu, lahan juga harus bebas daripenyakit terutama bakteri layu.

Panen.

Panen untuk konsumsi dimulai pada umur 6 sampai 10 bulan.Tetapi, berbeda dengan jahe, waktu panen kencur dapat ditunda sampai musim berikutnya, bahkan sampai tiga tahun. Dalam kondisi demikian tidak ada efek yang buruk terhadap mutu rimpang, bahkan produksinya akan bertambah, hanya ukuran rimpang semakin kecil. Selain itu, kencur dari pertanaman diatas 1 tahun, kurang baik untuk benih. Rimpang untuk benih dipanen pada umur 10 – 12 bulan. Cara panen kencur dilakukan dengan membongkar seluruh rimpangnya menggunakan garpu, cangkul, kemudian dibuang akar danrimpang airnya, tanah yang menempel dibersihkan. Dengan menggunakan calon varietas unggul kencur Balittro (Galesia) dan cara budidaya yang direkomendasikan, dihasilkan 12 – 16 ton rimpang segar per ha. Mutu rimpang dari varietas unggul tersebut lebih tinggi dari standar Materia Medika Indonesia (MMI), yaitu kadar minyak atsiri antara 3,20 – 7,60%; kadar pati 51,09 – 79,71%; kadar sari dalamair 14,50 – 26,22%; kadar sari larut dalam alkohol 3,02 – 7,95%.

 

 

 

TOP