HEADLINES

  • 1
  • 2
Prev Next
Pemerintah Pusat Nobatkan Arumi Sebagai Bunda PAUD Nasional Generasi Cerdas Desa

Pemerintah Pusat Nobatkan Arumi Sebagai …

        KEC.PANGGUL – Misi pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas SDM kita untuk generasi mendatang sangatlah kuat Hal ini terlihat dari seriusnya pemerintah dalam menguatkan pendidikan anak usia dini 0-6 tahun (golden... Read more

Lebih 1400 Siswa SD Tarikan Turonggo Yakso Serempak di Festival Rakyat 2016

Lebih 1400 Siswa SD Tarikan Turonggo Yak…

        KEC.PANGGUL – Lebih dari 1400 pelajar SD dari 11 Kecamatan di Trenggalek tarikan Turonggo Yakso, tari khas asli Trenggalek di Festival Rakyat Trenggalek tahun 2016, Jum’at (20/5) di alon-alon. Emil... Read more

EDUCATION

Error: No articles to display

BUDIDAYA DUKU (Lansium Domesticum Corr)

 

 

 

GOTREX - Duku merupakan tanaman tropis beriklim basah yang berasal dari Malaysia dan Indonesia (Kalimantan Timur). Dari negara asalnya, duku menyebar ke Vietnam, Myanmar, dan India. Penyebaran duku tidak secepat manggis. Nama lain yang sering digunakan untuk Lansium domesticum adalah Aglaila dooko Griffth atau Aglaila domesticum (Corr.) Pelegrin. Di dunia ini dikenal tiga macam spesies Lansium yang mirip satu sama lain, yakni duku, langsat, dan pisitan (getahnya paling banyak). Namun, yang terkenal adalah duku dan langsat. Di luar jawa, duku sering disebut langsat. Namun, di daerah jawa, buah langsat sering disebut kokosan. Duku ini mempunyai banyak varietas ada yang buahnya besar sekali, tetapi ada pula yang kecil. Ada yang berbiji besar, ada pula yang tidak berbiji, tetapi ada pula yang apomiksis (biji vegetatif). Sentra produksi duku yang penting adalah Palembang, Pasarminggu (Condet), Karanganyar dan Kulonprogo (Nanggulan). Singosari (Malang) terkenal dengan langsatnya yang tanpa biji. Negara penghasil duku adalah Filipina, Malaysia dan Indonesia

Varietas unggul

Varietas unggul yang dianjurkan untuk dikembangkan adalah rasuan (Palembang). Varietas unggul lainnya adalah condet (Pasar Minggu) dan matesih (Karanganyar). Varietas duku dari Palembang (ogan komering) sangat populer karena hampir tidak berbiji dan rasanya manis sekali.

 

Budidaya Tanaman

Duku ditanam pada jarak 6 – 8 m dalam lubang berukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm. Setiap lubang diberi pupuk kandang yang telah jadi sebanyak 20 Kg/lubang. Bibit ditanam pada umur 1 – 2 tahun atau setelah mencapai tinggi 5 cm lebih.

Pupuk buatan berupa campuran 100 g urea, 50 g P2O5 dan 5 g KCl per tanaman diberikan empat kali dengan selang tiga bulan sekali. Setelah ditanam, bibit harus diberi naungan dengan atap daun kelapa atau jerami kering. Kondisi lahan disekitar bibit harus dijaga agar tetap lembap.

Pada musim kemarau dianjurkan di sekitar batang tanaman diberi mulsa jerami kering. Mulsa tidak boleh menutup bagian pangkal batang. Hal ini untuk mencegah serangan rayap yang tidak terlihat dan mencegah leher batang terlalu basah. Pemeliharaan selanjutnya adalah pembersihan tanaman dari lumut kulit batang dan parasit. Bibit dari biji mulai berbuah pada umur 8 – 17 tahun, tergantung pemeliharaan. Di Thailand, bibit sambungan mulai berbuah pada umur 5 – 6 tahun. Biasanya tanaman berbunga pada bulan Desember – Januari.

 

 

 

TOP