HEADLINES

  • 1
  • 2
Prev Next
Pemerintah Pusat Nobatkan Arumi Sebagai Bunda PAUD Nasional Generasi Cerdas Desa

Pemerintah Pusat Nobatkan Arumi Sebagai …

        KEC.PANGGUL – Misi pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas SDM kita untuk generasi mendatang sangatlah kuat Hal ini terlihat dari seriusnya pemerintah dalam menguatkan pendidikan anak usia dini 0-6 tahun (golden... Read more

Lebih 1400 Siswa SD Tarikan Turonggo Yakso Serempak di Festival Rakyat 2016

Lebih 1400 Siswa SD Tarikan Turonggo Yak…

        KEC.PANGGUL – Lebih dari 1400 pelajar SD dari 11 Kecamatan di Trenggalek tarikan Turonggo Yakso, tari khas asli Trenggalek di Festival Rakyat Trenggalek tahun 2016, Jum’at (20/5) di alon-alon. Emil... Read more

EDUCATION

Error: No articles to display

BERKEBUN MANGGA GEDONG GINCU

GOTREX - Mangga (Mangifera indica L) merupakan komoditas yang sangat populer dimata masyarakat Indonesia. Disamping itu mangga Indonesia memiliki peluang untuk mengisi pasar internasional, karena mangga Indonesia mempunyai kekhasan tersendiri, khususnya mangga Arumanis 143 dan manggaGedong Gincu.


Mangga Varietas Gedong Gincu merupakan varietas Mangga yang cukup menjanjikan untuk pasar modern maupun pasar internasional. Sebab, warna kulit buahnya yang berwarna kuning jingga dan kemerahan dan rasanya manis keasaman dengan aroma yang harum.Provinsi Jawa Barat merupakan sentra poduksi Mangga terbesar setelah Jawa Timur dengan sentra utama di Kabupaten Cirebon, Majalengka dan Indramayu. “Kawasan/Belt Mangga ini merupakan kawasan laboratorium/percontohan,”

Cara Budidaya tanaman mangga gedong gincu sama dengan gedong biasa, perbedaan hanya terjadi pada waktu panen. Mangga gedong biasa dipanen ketika buah mencapai kematangan 60% sedangkan mangga gedong gincu dipanen setelah kematangan buah di atas 70% (dipanen masak), ditandai dengan mulai munculnya warna merah pada penangkal buah. Perbedaan waktu panen mangga gedong gincu sekitar 10 sampai 15 hari dari panen mangga gedong biasa
Pangsa pasar utama mangga adalah negara- negara di Timur Tengah, Asia Timur dan Eropa Barat. Di samping kawasan tersebut sebetulnya masih banyak negara yang berpotensi bisa dijadikan sasaran ekspor mangga. Misalnya, China, Jepang, Eropa dan Australia.
Namun Dimyati mengakui, karena ketatnya persyaratan impor dari negara tujuan tersebut produk Mangga Indonesia belum mampu menempus pasar negara tersebut. Salah satu kendala yang sering menjadi penghambat masuknya produk Mangga Indonesia ke mancanegara adalah adanya serangan lalat buah (Fruit Fly). Akibat hama itu buah Mangga produksi Indonesia dianggap bermutu
rendah karena mengalami kerusakan/busuk.
Karena itu untuk mengeliminir sekecil mungkin kerusakan karena serangan lalat buah, menurut Dimyati, diperlukan bantuan peralatan Vapor Heat Treatmen (VHT). Direktorat Jenderal Hortikultura telah merintis kerjasama dengan pemerintah Jepang melalui Indonesia Japan Economic Partnership for Agreement (IJEPA). “Melalui program kerjasama ini direncanakan Pemerintah Jepang memberikan bantuan peralatan VHT untuk mengantisipasi serangan lalat buah,”

Pemasaran mangga gedong gincu relatif masih baru. Untuk meningkatkan daya saing di

pasar domestik maupun pasar ekspor, masih perlu perbaikan-perbaikan mulai dari aspek produksi, panen, dan penanganan pasca panen agar produk yang dihasilkan mempunyai kualitas sesuai permintaan pasar dan diproduksi secara lebih efisien.

TOP